This user hasn't shared any biographical information
susunan karya ilmiah
Diposkan dalam lain - lain pada 1 Juni 2012
SUSUNAN KARYA ILMIAH
1) JUDUL
2) LEMBAR PENGESAHAN
3) ABSTRAKSI
4) DATA PENGANTAR
5) DAFTAR ISI
6) DAFTAR TABEL
7) DAFTAR GAMBAR
8) BAB. 1. PENDAHULUAN
- LATAR BELAKANG
- RUMUSAN MASALAH
- TUJUAN PENELITIAN
- MANFAAT PENELITIAN
- BATASAN MASALAH
9) BAB. 2.KAJIAN PUSTAKA
10) BAB.3. METODOLOGI
- WAKTU DAN TEMPAT PENELITIAN
- INSTRUMEN PENELITIAN
- METODE PENELITIAN
- PROSEDUR PENELITIAN
- ANALISIS DATA
- PARAMETER PENELITIAN
- PENGAMBILAN KESIMPULAN
- PERUMUSAN SARAN
11) BAB.4. HASIL DAN PEMBAHASAN
12) BAB.5. PENUTUP
- KESIMPULAN
- SARAN
13) DAFTAR PUSTAKA
14) LAMPIRAN
wawancara & narasinya
Diposkan dalam pelajaran pada 1 Juni 2012
Bpk Ibnu adalah seorang karyawan swasta setelah pulang sekolah. Berikut wawancara dengan Bpk Ibnu .
Wawancara
Pewawancara 1 : “Siang, Bpk Ibnu apakah saya boleh mewawancarai anda?”
Narasumber : ”Oh ya. Boleh, silahkan saja.”
Pewawancara 1 : “apakah jenis pekerjaan yang anda tekuni saat ini?”
Narasumber : “ pekerjaan saya saat ini adalah di bidang administrasi perkantoran“
Pewawancara 2 : “sejak kapan anda memulai pekerjaan ini?”
Narasumber : “saya bekerja disini mulai tahun 2009 sebagai bagian pemasaran property tetapi semenjak tahun 2010 saya ditempatkan di bagian administrasi perkantoran.”
Pewawancara 1 : “mengapa anda ditempatkan di bagian administrasi?“
Narasumber :”karena saya menguasai di bidang komputer”
Pewawancara 2 : “Oh ya, kalau boleh tahu apa pendidikan terakhir bapak ?“
Narasumber : “Kalau pendidikan terakhir saya itu S1 jurusan manajemen“
Pewawancara 1 : “apakah anda menyukai pekerjaan anda saat ini?”
Narasumber : “Ya saya suka di tempat ini“
Pewawancara 2 : “bagaimana anda menilai pekerjaan tersebut ?”
Narasumber : “menurut saya, jenis pekerjaan ini kurang menantang tetapi saya menyukainya?”
Pewawancara 1 : “kapan anda mulai bekerja dan jam berapa anda berhenti berkerja.“
Narasumber : “saya memulai pekerjaan ini pukul 08.00 dan berhenti pukul 17.00.“
Pewawancara 2 : “apakah gaji yang anda terima mencukupi bagi anda?”
Narasumber : “saya rasa cukup.”
Pewawancara 2 : “terima kasih pak atas wawancara kali ini.”
Narasumber : “ ya, terima kasih kembali.”
Narasi
Bapak Ibnu Fajaruddin adalah seseorang yang bekerja di bidang swasta yang tepatnya bekerja di bagian bidang administrasi perkantoran. Bapak Ibnu mulai bekerja tahun 2009 sebagai bagian Pemasaran Property tetapi semenjak tahun 2010 ia dipindah tugaskan menjadi bagian Administrasi perkantoran. Bapak Ibnu ditempatkan di bidan administrasi perkantoran karena bapak Ibnu sangat menguasai bidang computer seperti menggunakan Ms Word, MS Exel, photosop, dan lain – lain. Sekarang bapak Ibnu bekerja selama 9 jam perhari yaitu dari pukul 08.00 sampai dengan pukul 17.00. Pendidikan terakhir Bapak Ibnu adalah S1 jurusan manajemen. walaupun pekerjaan di bidang Admnistrasi Perkantoran kurang menantang tatapi bapak Ibnu menyukai pekerjaan tersebut dan gajinya pun mencukupi bagi Bapak Ibnu.
cara membaca yang baik dan benar
Diposkan dalam Uncategorized pada 31 Mei 2012
Salah satu cara untuk mendapatkan ilmu pengetahuan itu, salah satunya dengan cara membaca.
Membaca berasal dari kata dasar baca yang artinya memahami arti tulisan. Membaca adalah salah satu proses yang sangat penting untuk mendapatkan ilmu dan pengetahuan. Tanpa bisa membaca, manusia dapat dikatakan tidak bisa hidup di zaman sekarang ini. Sebab hidup manusia sangat bergantung pada ilmu pengetahuan yang dimilikinya. Di zaman sekarang ini, nampaknya sebagian besar pelajar kurang memiliki minat membaca, terutama membaca buku pelajaran. Ini diakibatkan oleh karena sebagian pelajar tidak memiliki metode dan kurangnya ketertarikan untuk membaca, sehingga pada saat membaca timbul rasa malas, bosan, dan mengantuk. Kondisi ini membuat pembaca susah untuk mengingat pelajaran yang dibacanya
Berikut adalah tips / cara agar anda bisa lebih optimal dalam membaca dan mengingat poin pentingnya
- Pilihlah waktu yang menurut kita sesuai untuk membaca. Waktu yang sesuai disini adalah waktu dimana tidak terdapat gangguan, baik dari luar maupun dari dalam diri kita. Waktu yang sesuai disini hanya kita sendiri yang tahu kapan. Namun, sebagain besar orang percaya bahwa waktu yang baik untuk membaca, khususnya buku pelajaran, adalah di pagi hari.
- Ada baiknya sebelum belajar kita berdoa terlebih dahulu sesuai dengan kepercayaan masing-masing supaya ilmu yang kita dapat bermanfaat.
- Pilihlah tempat dan suasana yang sesuai untuk membaca, yaitu tempat yang terang / baik dalam pencahayaan, sejuk, bersih, nyaman, tenang dan rapih menurut kita sendiri.
- tingkatkan motivasi agar lebih bersemangat dalam membaca
- Pastikan posisi membaca kita dalam posisi yang benar. Posisi yang benar pada waktu membaca adalah duduk dengan posisi badan tegak, tidak bungkuk, dan pastikan jarak antara buku dengan mata kita kurang lebih 30cm.
- Konsentrasi .Kebanyakan kita menganggap bahwa konsentrasi adalah pekerjaan berat dan sangat sulit dilakukan. Kita memiliki suatu keyakinan bahwa hal tersebut susah untuk dilakukan. Maka lakukan dengan baik intruksi sebelumnya agar bisa berkonsentrasi dengan baik
- Siapkan juga hal-hal yang biasanya membantu kita dalam membaca, seperti pensil atau spidol.
- Berilah garis bawah atau stabillo pada kalimat-kalimat yang menurut anda penting. Dengan memberikan sesuatu, seperti garis bawah atau stabillo anda dapat mengingat baca dan merangkumnya
9. Baca ulang buku tersebut berulang-ulang sampai anda benar-benar puas, paham, & mengerti tentang isi bacaan tersebut
Sumber :
http://afdalsy.wordpress.com/2008/02/13/tips-membaca-yang-baik/
http://ellirusmiyati-ellie.blogspot.com/2010/05/cara-membaca-yang-baik-dan-benar.html
http://www.semuabisnis.com/articles/159/1/Kebiasaan-membaca-Efektif/Page1.html
http://ivanfadillahfernandez.wordpress.com/2011/10/26/cara-membaca-yang-baik-dan-benar/
( dengan sedikit perubahan )
cara menghapus akun facebook permanent
Diposkan dalam Uncategorized pada 19 Mei 2012
- Login ke facebook dengan user dan password anda
- Kemudian klik link ini : http://www.facebook.com/help/contact.php?show_form=delete_account(agar lebih mudah copy paste saja link ini di browser anda)
- Setelah link tersebut di klik akan muncul menu untuk delete account, klik “submit”
- Ikuti langkah-langkah selanjutnya
- lalu tunggu 14 hari, maka akun facebook anda akan terhapus
Pencernaan Mekanik dan Kimiawi
Diposkan dalam pelajaran pada 19 Mei 2012
di pencernaan manusia terdapat dua jenis pencernaan, yaitu pencernaan mekanik dan kimiawi
1. Pencernaan Mekanik
Pencernaan mekanik yaitu proses mengubah makanan dari ukuran besar menjadi lebih kecil dengan bantuan alat-alat pencernaan. Alat yang membantu pencernaan mekanik seperti gigi,lambung, usus. Gerakan gigi seri memotong makanan, gigi taring merobek makanan, gigi geraham mengunyah makanan serta lambung dan usus melakukan gerakan meremas makanan merupakan pencernaan mekanik.
2. Pencernaan Kimiawi
Pencernaan makanan secara kimiawi terjadi dengan bantuan zat kimia tertentu. Enzim pencernaan merupakan zat kimia yang berfungsi memecahkan molekul bahan makanan yang kompleks dan besar menjadi molekul yang lebih sederhana dan kecil. Molekul yang sederhana ini memungkinkan darah dan cairan getah bening (limfe) mengangkut ke seluruh sel yang membutuhkan. Enzim terdapat di mulut( amilase & ptialin ), lambung ( pepsin, renin ), usus halus ( tripsin, amilase, lipase, maltase, sucrose,lactase, kimotripsin)
Enzim Pencernaan
Ensim pencernaan adalah sejenis protein yang berfungsi mempercepat atau memperlambat proses pencernaan dalam tubuh manusia. Enzim juga bagian dari protein sehingga sifat – sifat protein juga tetap melekat erat pada enzim.
Terdapat berbagai ensim pencernaan yang terlibat dalam proses pencernaan makanan dalam tubuh manusia. Enzim tersebut terdapat pada mulut, lambung, hingga usus, yang berfungsi untuk membantu proses pencernaan makanan
Macam – macam Enzim Pencernaan yaitu :
1. Enzim ptialin
Enzim ptialin terdapat di dalam air ludah, dihasilkan oleh kelenjar ludah. Fungsi enzim ptialin untuk mengubah amilum (zat tepung) menjadi glukosa.
2. Enzim amilase
Enzim amilase dihasilkan oleh kelenjar ludah (parotis) di mulut dan kelenjar pankreas.Amilum sering dikenal dengan sebutan zat tepung atau pati. Amilum merupakan karbohidrat atau sakarida yang memiliki molekul kompleks. Enzim amilase memecah molekul amilum ini menjadi sakarida dengan molekul yang lebih sederhana yaitu maltosa.
3. Cairan empedu
Cairan empedu dihasilkan oleh hati dan ditampung dalam kantong empedu. Empedu mengandung zat warna bilirubin dan biliverdin yang menyebabkan kotoran sisa pencernaan berwarna kekuningan. Empedu berasal dari rombakan sel darah merah (erithrosit) yang tua atau telah rusak dan tidak digunakan untuk membentuk sel darah merah yang baru. Fungsi empedu yaitu memecah molekul lemak menjadi butiran-butiran yang lebih halus sehingga membentuk suatu emulsi.
4. Asam khlorida (HCl)
Asam khlorida (HCl) sering dikenal dengan sebutan asam lambung, dihasilkan oleh kelenjar didalam dinding lambung. Asam khlorida berfungsi untuk membunuh mikroorganisme tertentu yang masuk bersama-sama makanan. Produksi asam khlorida yang tidak stabil dan cenderung berlebih, dapat menyebabkan radang lambung yang sering disebut penyakit ”mag”.
5. Enzim pepsin
Enzim pepsin dihasilkan oleh kelenjar di lambung berupa pepsinogen. Selanjutnya pepsinogen bereaksi dengan asam lambung menjadi pepsin.Enzim pepsin memecah molekul protein yang kompleks menjadi molekul yang lebih sederhana yaitu pepton. Molekul pepton perlu dipecah lagi agar dapat diangkut oleh darah.
6. Enzim renin
Enzim renin dihasilkan oleh kelenjar di dinding lambung. Fungsi enzim renin untuk mengendapkan kasein dari air susu. Kasein merupakan protein susu, sering disebut keju. Setelah kasein diendapkan dari air susu maka zat dalam air susu dapat dicerna.
7. Enzim lipase
Enzim lipase dihasilkan oleh kelenjar pankreas dan kemudian dialirkan ke dalam usus dua belas jari (duodenum). Enzim lipase juga dihasilkan oleh lambung, tetapi jumlahnya sangat sedikit. Lipid (seperti lemak dan minyak) merupakan senyawa dengan molekul kompleks yang berukuran besar. Molekul lipid tidak dapat diangkut oleh cairan getah bening, sehingga perlu dipecah lebih dahulu menjadi molekul yang lebih kecil. Enzim lipase memecah molekul lipid menjadi asam lemak dan gliserol yang memiliki molekul lebih sederhana dan lebih kecil. Asam lemak dan gliserol tidak larut dalam air, maka pengangkutannya dilakukan oleh cairan getah bening (limfe).
8. Enzim tripsin
Enzim tripsin dihasilkan oleh kelenjar pancreas dan dialirkan ke dalam usus dua belas jari (duodenum). Asam amino memiliki molekul yang lebih sederhana jika dibanding molekul pepton. Molekul asam amino inilah yang diangkut darah dan dibawa ke seluruh sel yang membutuhkan. Selanjutnya sel akan merakit kembali asam amino-asam amino membentuk protein untuk berbagai kebutuhan sel.
9. Enzim maltase
Enzim maltase terdapat di usus dua belas jari, berfungsi memecah molekul maltosa menjadi molekul glukosa. Glukosa merupakan sakarida sederhana (monosakarida). Molekul glukosa berukuran kecil dan lebih ringan dari pada maltosa, sehingga darah dapat mengangkut glukosa untuk dibawa ke seluruh sel yang membutuhkan.
asmaul husna
Diposkan dalam lain - lain pada 3 Mei 2012
DAFTAR ASMAUL HUSNA
| No. | Nama | Arab | Indonesia | Inggris |
| Alla h | الله | Allah | Allah | |
| 1 | Ar Rahman | الرحمن | Yang Memiliki Mutlak sifat Pemurah | The All Beneficent |
| 2 | Ar Rahiim | الرحيم | Yang Memiliki Mutlak sifat Penyayang | The Most Merciful |
| 3 | Al Malik | الملك | Yang Memiliki Mutlak sifat Merajai/Memerintah | The King, The Sovereign |
| 4 | Al Quddus | القدوس | Yang Memiliki Mutlak sifat Suci | The Most Holy |
| 5 | As Salaam | السلام | Yang Memiliki Mutlak sifat Memberi Kesejahteraan | Peace and Blessing |
| 6 | Al Mu`min | المؤمن | Yang Memiliki Mutlak sifat Memberi Keamanan | The Guarantor |
| 7 | Al Muhaimin | المهيمن | Yang Memiliki Mutlak sifat Pemelihara | The Guardian, the Preserver |
| 8 | Al `Aziiz | العزيز | Yang Memiliki Mutlak Kegagahan | The Almighty, the Self Sufficient |
| 9 | Al Jabbar | الجبار | Yang Memiliki Mutlak sifat Perkasa | The Powerful, the Irresistible |
| 10 | Al Mutakabbir | المتكبر | Yang Memiliki Mutlak sifat Megah, Yang Memiliki Kebesaran | The Tremendous |
| 11 | Al Khaliq | الخالق | Yang Memiliki Mutlak sifat Pencipta | The Creator |
| 12 | Al Baari` | البارئ | Yang Memiliki Mutlak sifat Yang Melepaskan (Membuat, Membentuk, Menyeimbangkan) | The Maker |
| 13 | Al Mushawwir | المصور | Yang Memiliki Mutlak sifat Yang Membentuk Rupa (makhluknya) | The Fashioner of Forms |
| 14 | Al Ghaffaar | الغفار | Yang Memiliki Mutlak sifat Pengampun | The Ever Forgiving |
| 15 | Al Qahhaar | القهار | Yang Memiliki Mutlak sifat Memaksa | The All Compelling Subduer |
| 16 | Al Wahhaab | الوهاب | Yang Memiliki Mutlak sifat Pemberi Karunia | The Bestower |
| 17 | Ar Razzaaq | الرزاق | Yang Memiliki Mutlak sifat Pemberi Rejeki | The Ever Providing |
| 18 | Al Fattaah | الفتاح | Yang Memiliki Mutlak sifat Pembuka Rahmat | The Opener, the Victory Giver |
| 19 | Al `Aliim | العليم | Yang Memiliki Mutlak sifat Mengetahui (Memiliki Ilmu) | The All Knowing, the Omniscient |
| 20 | Al Qaabidh | القابض | Yang Memiliki Mutlak sifat Yang Menyempitkan (makhluknya) | The Restrainer, the Straightener |
| 21 | Al Baasith | الباسط | Yang Memiliki Mutlak sifat Yang Melapangkan (makhluknya) | The Expander, the Munificent |
| 22 | Al Khaafidh | الخافض | Yang Memiliki Mutlak sifat Yang Merendahkan (makhluknya) | The Abaser |
| 23 | Ar Raafi` | الرافع | Yang Memiliki Mutlak sifat Yang Meninggikan (makhluknya) | The Exalter |
| 24 | Al Mu`izz | المعز | Yang Memiliki Mutlak sifat Yang Memuliakan (makhluknya) | The Giver of Honor |
| 25 | Al Mudzil | المذل | Yang Memiliki Mutlak sifat Yang Menghinakan (makhluknya) | The Giver of Dishonor |
| 26 | Al Samii` | السميع | Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mendengar | The All Hearing |
| 27 | Al Bashiir | البصير | Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Melihat | The All Seeing |
| 28 | Al Hakam | الحكم | Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Menetapkan | The Judge, the Arbitrator |
| 29 | Al `Adl | العدل | Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Adil | The Utterly Just |
| 30 | Al Lathiif | اللطيف | Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Lembut | The Subtly Kind |
| 31 | Al Khabiir | الخبير | Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mengetahui Rahasia | The All Aware |
| 32 | Al Haliim | الحليم | Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Penyantun | The Forbearing, the Indulgent |
| 33 | Al `Azhiim | العظيم | Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Agung | The Magnificent, the Infinite |
| 34 | Al Ghafuur | الغفور | Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Pengampun | The All Forgiving |
| 35 | As Syakuur | الشكور | Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Pembalas Budi (Menghargai) | The Grateful |
| 36 | Al `Aliy | العلى | Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Tinggi | The Sublimely Exalted |
| 37 | Al Kabiir | الكبير | Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Besar | The Great |
| 38 | Al Hafizh | الحفيظ | Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Menjaga | The Preserver |
| 39 | Al Muqiit | المقيت | Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Pemberi Kecukupan | The Nourisher |
| 40 | Al Hasiib | الحسيب | Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Membuat Perhitungan | The Reckoner |
| 41 | Al Jaliil | الجليل | Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mulia | The Majestic |
| 42 | Al Kariim | الكريم | Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Pemurah | The Bountiful, the Generous |
| 43 | Ar Raqiib | الرقيب | Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mengawasi | The Watchful |
| 44 | Al Mujiib | المجيب | Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mengabulkan | The Responsive, the Answerer |
| 45 | Al Waasi` | الواسع | Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Luas | The Vast, the All Encompassing |
| 46 | Al Hakiim | الحكيم | Yang Memiliki Mutlak sifat Maka Bijaksana | The Wise |
| 47 | Al Waduud | الودود | Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Pencinta | The Loving, the Kind One |
| 48 | Al Majiid | المجيد | Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mulia | The All Glorious |
| 49 | Al Baa`its | الباعث | Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Membangkitkan | The Raiser of the Dead |
| 50 | As Syahiid | الشهيد | Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Menyaksikan | The Witness |
| 51 | Al Haqq | الحق | Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Benar | The Truth, the Real |
| 52 | Al Wakiil | الوكيل | Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Memelihara | The Trustee, the Dependable |
| 53 | Al Qawiyyu | القوى | Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Kuat | The Strong |
| 54 | Al Matiin | المتين | Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Kokoh | The Firm, the Steadfast |
| 55 | Al Waliyy | الولى | Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Melindungi | The Protecting Friend, Patron, and Helper |
| 56 | Al Hamiid | الحميد | Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Terpuji | The All Praiseworthy |
| 57 | Al Mushii | المحصى | Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mengkalkulasi | The Accounter, the Numberer of All |
| 58 | Al Mubdi` | المبدئ | Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Memulai | The Producer, Originator, and Initiator of all |
| 59 | Al Mu`iid | المعيد | Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mengembalikan Kehidupan | The Reinstater Who Brings Back All |
| 60 | Al Muhyii | المحيى | Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Menghidupkan | The Giver of Life |
| 61 | Al Mumiitu | المميت | Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mematikan | The Bringer of Death, the Destroyer |
| 62 | Al Hayyu | الحي | Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Hidup | The Ever Living |
| 63 | Al Qayyuum | القيوم | Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mandiri | The Self Subsisting Sustainer of All |
| 64 | Al Waajid | الواجد | Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Penemu | The Perceiver, the Finder, the Unfailing |
| 65 | Al Maajid | الماجد | Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mulia | The Illustrious, the Magnificent |
| 66 | Al Wahiid | الواحد | Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Tunggal | The One, The Unique, Manifestation of Unity |
| 67 | Al `Ahad | الاحد | Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Esa | The One, the All Inclusive, the Indivisible |
| 68 | As Shamad | الصمد | Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Dibutuhkan, Tempat Meminta | The Self Sufficient, the Impregnable, the Eternally Besought of All, the Everlasting |
| 69 | Al Qaadir | القادر | Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Menentukan, Maha Menyeimbangkan | The All Able |
| 70 | Al Muqtadir | المقتدر | Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Berkuasa | The All Determiner, the Dominant |
| 71 | Al Muqaddim | المقدم | Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mendahulukan | The Expediter, He who brings forward |
| 72 | Al Mu`akkhir | المؤخر | Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mengakhirkan | The Delayer, He who puts far away |
| 73 | Al Awwal | الأول | Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Awal | The First |
| 74 | Al Aakhir | الأخر | Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Akhir | The Last |
| 75 | Az Zhaahir | الظاهر | Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Nyata | The Manifest; the All Victorious |
| 76 | Al Baathin | الباطن | Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Ghaib | The Hidden; the All Encompassing |
| 77 | Al Waali | الوالي | Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Memerintah | The Patron |
| 78 | Al Muta`aalii | المتعالي | Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Tinggi | The Self Exalted |
| 79 | Al Barri | البر | Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Penderma | The Most Kind and Righteous |
| 80 | At Tawwaab | التواب | Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Penerima Tobat | The Ever Returning, Ever Relenting |
| 81 | Al Muntaqim | المنتقم | Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Penyiksa | The Avenger |
| 82 | Al Afuww | العفو | Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Pemaaf | The Pardoner, the Effacer of Sins |
| 83 | Ar Ra`uuf | الرؤوف | Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Pengasih | The Compassionate, the All Pitying |
| 84 | Malikul Mulk | مالك الملك | Yang Memiliki Mutlak sifat Penguasa Kerajaan (Semesta) | The Owner of All Sovereignty |
| 85 | Dzul Jalaali Wal Ikraam | ذو الجلال و الإكرام | Yang Memiliki Mutlak sifat Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan | The Lord of Majesty and Generosity |
| 86 | Al Muqsith | المقسط | Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Adil | The Equitable, the Requiter |
| 87 | Al Jamii` | الجامع | Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mengumpulkan | The Gatherer, the Unifier |
| 88 | Al Ghaniyy | الغنى | Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Berkecukupan | The All Rich, the Independent |
| 89 | Al Mughnii | المغنى | Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Memberi Kekayaan | The Enricher, the Emancipator |
| 90 | Al Maani | المانع | Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Mencegah | The Withholder, the Shielder, the Defender |
| 91 | Ad Dhaar | الضار | Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Memberi Derita | The Distressor, the Harmer |
| 92 | An Nafii` | النافع | Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Memberi Manfaat | The Propitious, the Benefactor |
| 93 | An Nuur | النور | Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Bercahaya (Menerangi, Memberi Cahaya) | The Light |
| 94 | Al Haadii | الهادئ | Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Pemberi Petunjuk | The Guide |
| 95 | Al Baadii | البديع | Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Pencipta | Incomparable, the Originator |
| 96 | Al Baaqii | الباقي | Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Kekal | The Ever Enduring and Immutable |
| 97 | Al Waarits | الوارث | Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Pewaris | The Heir, the Inheritor of All |
| 98 | Ar Rasyiid | الرشيد | Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Pandai | The Guide, Infallible Teacher, and Knower |
| 99 | As Shabuur | الصبور | Yang Memiliki Mutlak sifat Maha Sabar | The Patient, the Timeless |
tips untuk pelajar
Diposkan dalam pelajaran pada 3 Mei 2012
Tugas segudang padahal besok ada ulangan…. Inilah hal yang sering dialami oleh para pelajar. Banyak tugas-tugas dari bapak ibu guru kita belum lagi sekolah tercinta kita menetapkan fullday alias pulang sore. Buat mereka-mereka yang masih kebingungan gimana cara supaya tugas-tugas gak menumpuk nih ada beberapa tips. Jika anda masih belum terbiasa dengan kondisi tersebut, cobalah untuk mengikuti tips di bawah ini :
1. Jangan bersikap malas
Malas ??? kalau males nanti ngak ngerjain PR =, ngak dapet nilai = rapot jelek = malu – maluin ! . Memang malas itu mendarah daging ke semua orang, tetapi sadarlah kalau pr ngak segera dikerjakan terus apa yang kamu tunggu? Stop! menunda-nunda ngerjakann Pr, semakin cepat ngerjain semakin cepat selesai, semakin lama waktu kita santai
2. Jangan pikir PR itu beban
Rata-rata sikap malas kita muncul karena kita beranggapan kalau PR itu susah dan kita menjadikannya beban. Jadi cobalah berpikir kalau Pr–pr tersebut bukan beban, motivasi dirimu kalau pr itu adalah salah satu kebutuhan kehidupan sehari-hari. Tugas-tugas ini pasti membuat kamu mendapat ilmu baru atau setidaknya kamu dapat nilai bagus kalau dikerjakan dengan sungguh-sungguh.
3. Buat kelompok belajar
Sudah berniat ngerjain Pr, tapi apa daya PRnya susah. Jangan dipakai alasan buat ndak ngerjain Pr. Cobalah untuk bentuk kelompok belajar untuk bikin PR bareng. Sekarang jaman sudah canggih, diskusi sama kelompok nggak harus saling bertatap muka, manfaatkan chatting di jejaring social untuk diskusi tentang PR, tunjuk salah satu pointmaker kelas yang bisa bantu kamu dan teman-teman lainnya. Hidup kan harus saling tolong menolong.
4. Catatan Kecil
Sebagai pelajar, menghafal adalah salah satu kegiatan hampir di semua mata pelajaran mulai dari menghafal arti, makna, rumus dsb. Jika anda kesusahan menghafal cobalah buat catatan kecil yang bisa kamu bawa kemana-mana. Jadi, dimanapun kamu bisa buka catatan kecil tadi, semakin sering dibaca pasti lama-lama apa yang kamu hafalkan tertanam di pikiranmu.
dialog dongeng mitologi yunani ( Ikarus dan Sayap Lilin
Diposkan dalam lain - lain pada 29 April 2012
Ikarus dan sayap lilin
Dijaman dahulu kala, ada sebuah kerajaan di Yunani. Kerajaan tersebut memiliki ilmuwan yang sangat jenius. Namun pada suatu saat dia di penjara bersama anak sekaligus asistennya.
Ikarus : ayah aku sangat bosan disini, aku ingin keluar dari sini dan melakukan sesuatu yang sudah biasa kulakukan di luar sana.
Daedalus : iya ayah tau, akan kuusahakan agar kita bisa keluar dari penjara ini.
Ikarus : baiklah, apa ide ayah ?
Daedalus pun memikirkan ide untuk bisa keluar dari penjara tersebut. Dan pada akhirnya…….
Daedalus : baiklah anakku, aku punya ide!
Ikarus : apa itu ayah ?
Daedalus : aku berencana untuk membuat sayap, dan kita akan kabur dari penjara ini dengan sayap tersebut. Tapi kita memerlukan lilin dan bulu burung untuk membuatnya. Baiklah, Ikarus mintalah beberapa lilin kepada penjaga penjara dan tangkap burung-burung yang ada di jendela tersebut. ( berbisik )
Ikarus : Baiklah ayah, aku akan meminta beberapa lilin ke penjaga tersebut.
Lalu ikarus pun meminta beberapa lilin kepada penjaga penjara
Ikarus : pak penjaga! Hoy. Bisakah aku mendapatkan beberapa lilin, aku tidak bisa tidur kalau terlalu gelap.
Penjaga : haha… pengecut sekali kau. Dasar … humpff.. ini lilinmu! Selamat mimpi indah. Hahaha…
Ikarus : pak disudut sana sangat gelap, bolehkah aku minta lagi ?
Penjaga : manusia macam apa kamu ini, kegelapan saja kau takut. Hah dasar !
Ikarus : pak, tapi aku sangat membutuhkannya. Tolonglah !
Penjaga : baiklah, akan kuberikan beberapa untukmu. Tapi ini adalah yang terakhir malam ini !
Ikarus : te… te.. trima kasih pak
Keesokan harinya Ikarus juga meminta beberapa lilin. Setiap hari dia terus memintanya sampai di rasa cukup untuk di buat sayap. Tetapi dia juga menangkap burung-burung untuk diambil bulunya.
Daedalus : akhirnya ikarus, sayap ini sudah jadi dan kita dapat kabur dari penjara ini. Sekarang loncatlah dari jendela itu dan terbanglah !
Ikarus :baik ayah.
Daedalus : tetapi anakku, ingatlah ini! Janganlah kamu terbang mendekati matahari !
Ikarus : baiklah ayah. Tetapi,
Akhirnya, mereka pun loncat dan terbang dari penjara itu
Ikarus : oh ayah, ini sangat menyenangkan! Yyaaaaaahhhhoooooo!!!
Daedalus : tetap ingatlah pesan ayah, ikarus !!!!
Namun, ikarus melihat benda yang sangat menyilaukan matanya, iapun mendekatinya dengan rasa penasarannya. Ternyata, dia mendekati matahari dan sayapnyapun meleleh..dan ia terjatuh kelaut
Ikarus : ayah!!! Tolong!!!!! Tolong aku!!! Maafkan aku tidak mematuhimu ayah!!!
Daedalus : maafkan aku anakku, aku tidak bisa menolongmu.
Ikarus : tolong!!! Siapapun tolong akuuuu!!!!
Dan akhirnya, Ikarus-pun jatuh dan tewas di tengah laut
rangkuman Pelaku Ekonomi
Diposkan dalam pelajaran pada 29 April 2012
Pelaku Ekonomi
Pelaku perekonomian ada empat golongan, yaitu rumah tangga konsumen, rumah tangga perusahaan, negara, dan sektor luar negeri.
1. Rumah Tangga Konsumen
Rumah Tangga konsumen adalah kelompok orang yang terikat dalam hubungan kekeluargaan. Rumah tangga memegang peranan penting dalam perekonomian masyarakat Karena rumah tangga berperan sebagai berikut.
- Konsumen
Sebagai konsumen, rumah tangga membeli dan mengonsumsi barang dan jasa yang dihasilkan perusahaan.
- Penyedia faktor produksi bagi perusahaan
Sebagai penyedia faktor produksi, rumah tangga menawarkan tenaga kerja, lahan (tanah) dan modal.
2. Rumah Tangga Produksi (Perusahaan
Rumah Tangga Produksi disebut juga perusahaan. Perusahaan adalah kesatuan teknis yang mengkombinasikan faktor produksi untuk menghasilkan barang dan jasa.
Menurut jenis badan hukumnya, perusahaan digolongkan sebagai perusahaan perseorangan, CV, firma, Perseroan Terbatas (PT) dan koperasi. Menurut lapangan usahanya, perusahaan terdiri atas perusahaan agraris, ekstraktif, industri, perdagang dan jasa
Peran perusahaan dalam perekonomian adalah sebagai berikut.
- Produsen
Sebagai produsen, perusahaan menghasilkan barang dan jasa.
Perusahaan ada 2 jenis yaitu :
- Perusahaan Ekstraktif
Perusahaan ekstraktif adalah perusahaan yang menghasilkan barang dan cara mengambil langsung dari alam, misalnya perusahaan pertambangan minyak bumi, batu bara, besi dan sebagainya.
2. Perusahaan Industri
Perusahaan industri adalah perusahaan yang mengasilkan barang dengan cara mengolah bahan mentah menjadi barang jadi atau setengah jadi. Misalnya pabrik rokok, pabrik makanan dalam kemasan dan lain-lain.
- Pengguna faktor produksi
Untuk menghasilkan barang dan jasa diperlukan komponen-komponen yang disebut faktor produksi. Faktor produksi disediakan oleh rumah tangga
- Agen Pembangunan
Agen artinya perantara atau pembantu. Sebagai agen pembangunan, artinya perusahaan membantu pemerintah dalam kegiatan pembangunan
3. Negara (Pemerintah)
Negara adalah komunitas sosial, politik dan ekonomi. Pemerintah adalah salah satu unsur dari negara. Pemerintah adalah pelaku kegiatan ekonomi. Peran pemerintah dalam kegiatan ekonomi adalah sebagai berikut.
- Konsumen
Sebagai konsumen pemerintah membeli dan mengonsumsi berbagai barang dan jasa untuk mengelola negara. Misalnya: membeli jasa pegawai, kendaraan dinas, kertas, alat-alat kantor, listrik, telepon, dan lain-lain. Sebagai konsumen, pemerintah harus mengeluarkan dana untuk pembelian barang dan jasa tersebut. Dana pemerintah diperoleh dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara).
- Produsen
Sebagai produsen, pemerintah menghasilkan barang dan jasa. Barang dan jasa tersebut diproduksi oleh badan usaha milik pemerintah. Sesuai amanat UUD 1945 pasal 33 ayat 2 dan 3, pemerintah bertugas menyediakan barang dan jasa yang penting (vital) bagi rakyat.
- Regulator
Sebagai regulator, pemerintah bersama DPR membuat peraturan dalam bidang ekonomi. Tujuannya mendorong kegiatan ekonomi agar lebih optimal dan dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat. Misalnya Undang- Undang No. 19 Tahun 2003 tentang BUMN, Undang- Undang No. 1 tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing.
4. Masyarakat Luar Negeri
Untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri suatu negara perlu hubungan dengan negara lain. Karena tidak semua negara dapat memproduksi semua barang dan jasa yang dibutuhkan oleh rakyatnya. Indonesia melakukan hubungan ekonomi dengan berbagai negara di seluruh dunia. Hubungan tersebut dapat berupa perdagangan, ketenagakerjaan, dan permodalan. Hubungan tersebut dapat diuraikan sebagai berikut.
- Perdagangan
Salah satu bentuk kerjasama dengan luar negeri adalah perdagangan yaitu ekspor maupun impor barang maupun jasa.
- Pertukaran Tenaga Kerja
Masyarakat Indonesia banyak mengirimkan tenaga kerja ke luar negeri, mereka yang bekerja di luar negeri memberikan devisa bagi Indonesia.
- Sumber Penanaman Modal Asing
Penanaman modal asing di suatu negara merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kemakmuran penduduk di suatu negara.
- Pemberi Pinjaman
Untuk melaksanakan pembangunan, suatu negara membutuhkan dana yang sangat besar. Pada saat suatu negara mengalami kesulitan keuangan, maka negara akan meminjam dari negara lain atau badan keuangan internasional.
Kartini
Diposkan dalam lain - lain pada 25 April 2012
siapakah ibu Kartini itu …… ?
berikut ini adalah biografinya :
| Lahir | 21 April 1879 Jepara, Jawa Tengah,Hindia Belanda |
| Meninggal | 17 September 1904(umur 25) Rembang, Jawa Tengah, Hindia Belanda |
|
Nama panggilan |
Raden Ayu Kartini |
| Dikenal karena | Emansipasi wanita |
| Agama | Islam |
| Pasangan | R.M.A.A. Singgih Djojo Adhiningrat |
Menjadi Perempuan Yang berbeda dari biasanya
Sosok Kartini muda merupakan sosok perempuan yang ingin berbeda dari perempuan biasanya yang ada dilingkungan dan masanya pada waktu itu. Kebetulan Kartini muda memang hidup dilingkungan bangsawan Jawa lengkap dengan pola pikirnya. Tidak perlu ditulis disini bagaimana seorang perempuan Jawa pada masa itu. Namun yang jelas Kartini ingin berbeda dan kalau bisa merubah pola pikir yang ada pada perempuan pada masa itu.
Dalam masa sekarang, mungkin keinginan untuk menjadi perempuan yang berbeda yang terjadi pada sosok Kartini di masa lalu itu bisa juga di sebut dengan cita-cita. Pada masa Kartini, cita-citanya yang paling kentara adalah pendidikan. Ia ingin mendapat pendidikan yang setara dengan kaum laki-laki di jamannya. Dan juga ingin orang di sekitarnya bisa merasakan pendidikan seperti yang ia rasakan. Dalam gambaran pemikirannya, masa yang ia rasakan pada waktu itu bak kegelapan yang ingin ia terangkan dengan cita-citanya. Lalu apa cita-cita perempuan sekarang?
Emansipasi vs Keistimewaan (Kodrat)
Kata emansipasi saya gunakan untuk menggambarkan bentuk cita-cita para perempuan sekarang. Kata pendidikan memang sudah tidak tepat lagi di gunakan karena memang sudah tercapai. Perempuan di masa sekarang sudah bisa mengenyam pendidikan tinggi tanpa batas sesuai dengan kemampuannya. Namun dalam perkembangannya, ada suatu kata yang sering dipakai alam setiap Memperingati Hari Kartini 21 April, yaitu kata “Emansipasi”.
Emansipasi ialah istilah yang digunakan untuk menjelaskan sejumlah usaha untuk mendapatkan hak politik maupun persamaan derajat, sering bagi kelompok yang tak diberi hak secara spesifik, atau secara lebih umum dalam pembahasan masalah seperti itu.(Wikipedia)
Hingga batasan ini, emansipasi terkadang dijadikan alasan untuk menabrak dinding kodrat. Bahkan dalam stadium lanjut, kodrat seorang perempuan dianggap sebagai penghalang emansipasi, penghalang cita-cita Kartini untuk kemajuan wanita Indonesia. Suatu kesalahan yang amat besar manakala ada cita-cita perempuan Indonesia yang tidak ingin menjadi seorang ibu dengan melahirkan anak, ataupun menolak menjadi istri karena tidak mau menjadi ibu rumah tangga. Tentunya ini hanya berlaku jika kata perempuan yang saya tulis disini adalah perempuan normal. Karena jika perempuan tersebut tidak normal, pastinya ia tidak bisa melahirkan dan tidak suka jadi istri seorang laki-laki karena punya kelainan seksual. Semoga tidak ada perempuan yang tersinggung manakala saya sebut sebagai perempuan tidak normal ketika kodrat dijadikan alasan sebagai penghambat emansipasi.
Ibu Rumah Tangga Vs Wanita Karir
Kalimat diatas sering juga dipakai ketika Memperingati Hari Kartini 21 April. Terlihat ada perbedaan, bahkan sepertinya sengaja dibedakan. Padahal, dalam keadaan normal maka setiap perempuan seharusnya memang ibu rumah tangga. Atau paling tidak adalah ibu dari anaknya. Karena itulah kelebihan perempuan dibandingkan laki-laki. Perempuan tidak bisa disaingi dalam hal ini. Laki-laki tidak memiliki kodrat untuk melahirkan seorang manusia. Bagaimana dengan karir?
Dalam masa sekarang, sudah tidak lagi ada perbedaan antara karir seorang laki-laki dengan karir seorang perempuan. Perempuan bisa memiliki karir dan pendidikan setinggi langit bahkan bisa menjadi tulang punggung keluarga, menghidupi suami dan anak-anaknya. Namun jika keadaannya demikian, apakah ia bisa disebut wanita karir dengan mencopot label ibu rumah tangganya? Tentunya kita tidak berharap ada perempuan bodoh yang mauh melepas hak istimewanya (melahirkan manusia) hanya untuk mengejar sesuatu yang umum, yang setiap manusia bisa menggapainya (Karir).
Sejatinya Seorang Kartini
Jika kita baca kembali dari kisah seorang Raden Ayu Kartini dari berbagai referensi, tentunya kita akan semakin tahu, bahwa cita-cita Kartini untuk menjadi perempuan yang beda dari biasanya pada jaman itu adalah setelah ia menikah dengan Bupati Rembang, K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat, yang sudah pernah memiliki tiga istri. Setelah menjadi istri keempat inilah, semua cita-citanya semakin terlihat karena sokongan dari suaminya. Dari sejarah kita juga tahu, bahwa Kartini hanya boleh sekolah hingga umur 12 tahun, tapi tidak setelah ia menjadi istri. Dukungan dari suaminya memungkinkan Kartini menjadi sosok wanita yang berbeda pada waktu itu.
Dari keadaan yang diperlihatkan oleh sejarah diatas, jika kaum perempuan mau sadar dan sedikit saja untuk memahami, bahwa menjadi seorang ibu dari anaknya dan istri dari suaminya, ternyata bisa juga menjadi jalan untuk mencapai suatu cita-cita.
Dalam setiap sejarah peradaban manusia, sosok perempuan dengan cita-citanya selalu tampil dan menjadi pondasi utama dari suatu peradaban. Saya tidak bisa membayangkan, bagaimana cara Rasulullah berjuang dan menyebarkan Islam tanpa seorang Siti Khadijah beserta istri-istri lainnya. Bahkan saya sendiripun sebagai seorang laki-laki berani berkata dengan lantang, “I’m nothing without a woman beside me”. Jika ada laki-laki yang betah hidup tanpa perempuan, berarti ia laki-laki “Maho” (Baca: Tidak Normal). Atau mungkin juga ia terlahir dari lobang jarum, bukan lahir dari seorang perempuan.
Maka sejatinya Kartini pada masa sekarang adalah seorang perempuan yang mampu menjadi seorang ibu bagi anak-anaknya, dan mampu menjadi seorang istri yang baik bagi suaminya. Mampu menciptakan generasi bangsa yang berkualitas, dan juga mampu menjadi bagian terpenting dalam keluarganya. Sejatinya seorang Kartini di masa sekarang adalah seorang perempuan yang mampu menggapai cita-citanya setinggi langit tanpa membuang ke istimewaannya sebagai ibu yang melahirkan generasi berkualitas. Keistimewaan yang memang hanya di berikan kepada sosok perempuan oleh Sang Pencipta.
Akhirnya, semoga kita bisa memahami makna yang jauh lebih luas lagi tentang momen Memperingati Hari Kartini 21 April. Memahami lebih dari sekedar seremoni yang terkesan semu belaka, ataupun jadi terlalu “lebay” dalam memaknai kata “emansipasi” hingga melabrak keistimewaan (kodrat) dari Sang Pencipta.
dikutip dari : http://www.iskaruji.com & http://id.wikipedia.org

